Senin, 29 September 2014

Visi dan Misi dalam sebuah organisasi perusahaan

Pentingnya Peran Visi dan Misi
           
Dalam hal pencapaian suatu tujuan di perlukan suatu perencanaan dan tindakan nyata untuk dapat mewujudkannya, secara umum bisa di katakan bahwa visi dan misi adalah suatu konsep perencanaan yang disertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tujuan.

 • Pengertian Visi
Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, dikarenakan  perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut. Beberapa  persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyatan visi :
   1. Berorientasi kedepan;
   2. Tidak dibuat berdasarkan kondisi saat ini;
   3. Mengekspresikan Kreatifitas;
   4. Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat.

 • Pengertian Misi
Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan visi. Misi perusahaan adalah tujuan dan alasan mengapa perusahaan itu ada.  Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan.

Gambaran Visi dan  Misi dalam sebuah organisasi perusahaan :


Selain Visi dan Misi Perusahaan, kita sebagai perusahaan harus mempunyai sebuah struktur organisasi perusahaan. Struktur Organisasi merupakan sesuatu garis susunan yang menjelaskan bagian-bagian susunan perusahaan dimana tiap perorang individu yang ada pada lingkup perusahaan tersebut mempunyai posisi serta peranan sendiri-sendiri.



Dalam sebuah perusahaan biasanya perusahaan tersebut lebih merekrut sumber daya manusia yang berkualitas untuk dijadikan staff dalam sebuah perusahaan. sekarang ini, sedikit sumber daya manusia yang berlulusan SMA, SMK yang dibutuhkan perusahaan, apalagi bagi mereka yang tidak mempunyai pengalaman bekerja, karena persyaratan minimal untuk bekerja adalah D3 minimal pengalaman bekerja 2 tahun & Sarjana S-1 minimal sudah pernah bekerja 2 tahun dengan salary yang berbeda – beda pula. Kebanyakan perusahaan di Indonesia memberikan salary berdasarkan pendidikan terakhir mereka, Inilah salah satu tujuan saya ingin melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, terlebih saya ingin menimba ilmu setinggi-tingginya untuk anak cucu kita kelak, akan tetapi ada juga perusahaan  yang tidak melihat berdasarkan pendidikan terakhir melainkan melihat berdasarkan prestasi apa yang bisa kita berikan kepada perusahaan tersebut sehingga kita bisa mendapatkan sebuah penghargaan dan sangat dihargai di dalam sebuah perusahaan tersebut.

Perbedaan lulusan D-3 vs S-1
Ø  Program sarjana :
1.      Lebih menitik beratkan pada aspek analitis dengan 40 % praktik dan 60 % Teori;
2.      Dapat dikatakan lulusan Sarjana lebih diarahkan menjadi pemikir;
3.      Memiliki kemampuan menganalisis masalah, dan mengambil keputusan (Decission Making).
4.      Mampu melakukan penelitian ilmiah yang memungkinkan menemukannya inovasi baru dalam bidangnya;
5.      Secara harfiah lulusan S1 sering juga dikatakan lebih cenderung ke arah loyalitas, image, dan kemampuan kerja dan berfikir mandiri.
6.      Conceptual 

Ø  Program D3 (Diploma) :
1.      Lebih menitik beratkan pada skill kerja dengan 60 % Praktek dan 40 % Teori;
2.      Program diploma mempersiapkan mahasiswanya untuk siap bekerja dan menghasilkan uang dengan keterampilan yang dimiliki, memiliki kualitas kerja (teknis dan praktis) yang bagus;
3.      Ditambah memiliki aspek analisis dasar yang baik, meski tidak sedalam kemampuan mahasiswa S1.

Faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan :

  1. Faktor pengalaman
Faktor pengalaman sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Sering kali terjadi bahwa sebelum mengambil keputusan, pimpinan mengingat-ingat apakah kasus seperti ini sebelumnya pernah terjadi. Pengingatan semacam itu biasanya ditelusuri melalui arsip-arsip penhambilan keputusan yang berupa dokumentasi pengalaman-pengalaman masa lampau. Jika ternyata permasalahan tersebut pernah terjadi sebelumnya, maka pimpinan tinggal melihat apakah permasalahan tersebut sama atau tidak dengan situasi dan kondisi saat ini. Jika masih sama kemudian dapat menerapkan cara yang sebelumnya itu untuk mengatasi masalah yang timbul.
Dalam hal tersebut, pengalaman memang dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan masalah. Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan praktis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam memudahkan pemecaha masalah.

  1. Intuitif
kemampuan untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, tidak ada penjelasan rasional mengenai kemampuan ini, atau informasi fisik tentang masalah ini. Hanya mereka yang memiliki kemampuan inilah yang bisa merasakan bagaimana sebenarnya kemampuan ini tiba-tiba timbul.


5 alasan untuk tidak merekrut orang dalam :

Perusahaan dapat mengalami dilema untuk mengisi kekosongan karyawan pada posisi tertentu yaitu apakah akan mengisi kekosongan itu dengan karyawan yang sudah ada ataukah merekrut karyawan baru dari luar perusahaan..
Pastikan Anda tahu orang seperti apa yang Anda cari, lalu menempatkannya di tempat dimana ia bisa berkembang dan memaksimalkan kemampuannya.


Ketika ada posisi atau jabatan di perusahaan yang perlu diisi, rasanya memang paling masuk akal jika Anda mempromosikan salah satu karyawan yang Anda anggap mampu mengisi posisi tersebut. Namun, Anda perlu mempertimbangkan satu kemungkinan: selalu merekrut karyawan internal bisa mendorong lingkungan kerja yang stagnan, yang tidak berkembang dan menjadi dewasa. Sebaliknya, Paul Spiegelman, pendiri dan CEO The Beryl Companies, memaparkan mengapa Anda tidak harus merekrut "orang dalam", dan keuntungan bila Anda merekrut "orang baru" dari luar perusahaan.

1. Ide-ide baru

Merekrut orang yang sudah lama bergabung dengan perusahaan tentu memberi beberapa keuntungan: ia tipe loyal dan sudah mengenal perusahaan dengan baik. Ia sudah mengenal sistem di perusahaan, dan sudah mengenal tim Anda dengan baik. Namun perlu Anda ingat, kemungkinan ia pun sudah terjebak dalam pola kerja yang sama selama bertahun-tahun. Hal ini membuat dirinya maupun tim Anda membatasi diri dari inovasi-inovasi baru. Sedangkan jika Anda merekrut wajah baru, Anda akan berpeluang mendapatkan ide-ide baru, menyegarkan atau mendobrak sistem kerja yang buruk di perusahaan, dan mendorong perusahaan untuk berkembang.

2. Karyawan hebat belum tentu jadi manager hebat

Di antara tim Anda mungkin ada beberapa orang yang tergolong "juara" dalam menangani pekerjaannya. Namun tidak semua orang bersedia masuk ke dalam sistem untuk mengelola orang lain dan menjadi pembuat keputusan. Sementara itu, pimpinan menganggap tugasnya telah selesai karena telah memilih karyawan yang tepat dan menjadikannya manager. Ia lupa untuk memberikan manager baru ini sarana atau sumber daya untuk sukses, misalnya pelatihan. Kemudian ketika divisinya menghadapi masalah, sebagai pemimpin Anda lantas langsung menimpakan kesalahan padanya. Boleh dibilang, inilah salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan pemimpin. Ketika Anda merekrut orang baru, Anda tahu bahwa orang ini memang menghendaki posisi tersebut dan menguasai pekerjaannya.

3. Orang yang tepat untuk jabatan baru

Ketika perusahaan Anda berkembang, pasti akan terjadi perubahan. Akan muncul peran-peran baru, namun Anda belum tentu memiliki orang-orang yang tepat untuk mengisi posisi-posisi tersebut. Ketika Anda memaksakan "orang dalam" untuk mengambil jabatan baru, bisa jadi mereka sebenarnya tidak memiliki skill yang diperlukan untuk menjalankan peran tersebut. Sekali lagi, mereka tak bisa sepenuhnya disalahkan. Yang harus Anda lakukan adalah memastikan bahwa Anda tahu orang seperti apa yang Anda cari, lalu menempatkannya di tempat dimana ia bisa berkembang dan memaksimalkan kemampuannya. Dan orang seperti ini, bisa jadi harus Anda temukan di luar perusahaan.

4. Lebih baik untuk tim yang lama

Anak buah Anda mungkin akan merasa terancam dengan kehadiran orang baru.  Mungkin mereka akan merasa telah kehilangan kesempatan untuk naik jabatan, dan merasainsecure dengan kondisi tersebut. Anak buah Anda mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah mendapatkan mentor baru, atau seseorang yang akan membantu mengubah perusahaan menjadi lebih baik, sehingga tugas Anda adalah mengkomunikasikan nilai-nilai dari tim yang baru ini secara konsisten. Bukan tak mungkin, orang baru ini juga akan menciptakan peluang lebih banyak bagi setiap orang untuk maju. 

5. Meningkatkan kompetensi karyawan

Salah satu keuntungan dengan membuka lowongan untuk "orang luar" adalah untuk mendorong kompetensi di kalangan karyawan yang lama. Anda bisa menunjukkan komitmen terhadap perkembangan karyawan dengan membangun program pelatihan atau pendidikan lain. Iklankan lowongan untuk posisi baru itu secara internal lebih dulu, dan sampaikan pada anak buah Anda mengapa mereka tidak akan mendapatkan posisi tersebut jika ada calon lain yang terseleksi. Kemudian buat rencana untuk membantu anak buah mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya, atau ciptakan jalur baru untuk perkembangan mereka. Agar perusahaan maju, tim Anda harus berani bersaing dengan dunia luar, bukan? Nah, tugas Anda lah untuk menemukan orang-orang terbaik untuk mengusahakan kemajuan perusahaan. 

Kenali diri Anda, ketika ingin melangkah!



Kita mengharungi hidup ini berdasarkan bagaimana kita ‘melihat’ diri sendiri. Kita sebenarnya tanpa sedar atau tidak, akan meletakkan definasi tertentu kepada diri sendiri dan ada kalanya kita memberi definasi kepada diri berpandukan pandangan orang lain terhadap kita. Memang benar, image diri dipengaruhi banyak faktor seperti pandangan ibu bapak, rekan, persekitaran dan media. Keyakinan diri pula merujuk kepada bagaimana kita menilai harga diri kita dan pandangan mengenai diri samada positif atau negatif.
Saya merasakan bahawa mengenali diri, menyayangi diri, yakin kepada diri merupakan satu isu yang perlu diulang kembali kalau boleh berkali-kali khususnya kepada remaja semua. Jika kita TIDAK mengenali diri, maka besar kemungkinan kita akan menjadi lalang, tiada pendirian dan mudah terpengaruh ditiup dan ditepis ke kiri dan kanan sewenangnya. Begitu mudah kita dibawa ‘angin’ - berubah fikiran dan prinsip hidup mengikuti angin yang bertiup. Tidak mengenali diri maka seringlah kita merasa rendah diri dihadapan orang lain. Manakala tidak kekuatan diri pun tidak dicari dan diketahui sedangkan Allah menciptakan kita semua masing-masing dengan kekuatan yang tersendiri. Mungkin bukan salah Anda, mungkin selama ini tidak ada yang memuji dan meyakinkan bahawa Anda sebenarnya tersangat istimewa. Namun janganlah dan usahlah mengharapkan orang lain lagi, mari bangkit untuk mengenali diri sendiri!
Untuk mengenali diri dengan lebih baik ada beberapa fokus mengenai diri yang pakar psikologi ketengahkan. Konsep diri bergantung kepada koleksi “skema diri” –yaitu bagaimana kita melihat diri ‘secara keseluruhan’ dan skema diri setiap dari kita sebenarnya telah dibentuk sejak dari kecil lagi.


satu lagi faktor yang perlu diberi perhatian untuk kita mengenali diri adalah apa yang disebut sebagai “possible selves” atau jika dialih bahasa boleh disebut sebagai “kemungkinan diri” Siapa diri kita ini di masa akan datang? Apakah harapan kita , siapa yang ‘Mau’ kita jadi dan siapa dia yang takut untuk kita serupai. Kemungkinan diri memberi kita semangat dalam hidup. Siapa dia ‘possible selves’ Anda agaknya?
Faktor ‘konsisten diri’ atau “consistent self” pula menekankan bagaimana kita mau dinilai oleh orang lain. Kita akan konsisten dengan menzahirkan siapa kita melalui sikap, perbuatan juga pemakaian kita. Kita akan coba menjauhi apa-apa sikap yang bertentangan dengan diri. Kita juga akan berkawan dengan mereka yang akan memperkasakan konsep diri kita.
Contohnya, sekiranya seseorang itu mau dilihat sebagai seorang yang berstatus tinggi maka dia akan berpakaian dengan pakaian branded, bawa kereta mahal, berkawan dengan orang-orang yang kaya dan sebagainya. InsyaAllah pembaca yang disayangi sekalian, biarlah kita konsisten dengan sikap diri yang mahu menjadi orang yang baik, soleh dan beriman. Kita mengambil sikap yang berakhlak, pakaian yang menutup aurat dan berkawan dengan sahabat-sahabat yang soleh lagi baik budi pekerti.



Konsisten diri ini amat perlu untuk kita bentuk agar hidup kita dikukuhkan dengan prinsip dan nilai yang kuat dan mampu kita pegang sampai bila-bila walau apa jua terjadi. Jika kita mempunyai ‘konsisten diri’ yang utuh, maka kita tidak menjadi lalang. Ada manusia yang tiada langsung nilai dan prinsip, apa sahaja boleh asalkan mereka diterima oleh orang ramai. Asalkan kemahuan mereka tercapai. Persoalannya perlukah kita ‘gembira’ diterima oleh manusia lain sedangkan kita tidak diterima oleh Allah? Perlukah kita gembira mendapat habuan dunia sedangkan kita tahu ianya salah dan haram?
Biarlah kita memilih untuk membentuk konsisten dalam diri dengan perkara-perkara yang baik. Kadangkala ianya memang begitu sukar, kita akan pada satu-satu ketika terpengaruh dengan persekitaraan, keadaan, kata-kata dari orang lain misalnya.
Memperbaiki diri membuatkan kita lebih yakin dengan diri. Memperbaiki diri membuatkan kita mengharagai diri dan menyayangi diri. Sekiranya kita sayang pada diri dengan meninggalkan segala maksiat dan kemungkaran nescaya Allah juga akan menyayangi diri ini. Katakanlah pada diri “aku ini telah diciptakan terlalu baik untuk melakukan segala maksiat ini” Sekiranya Allah menyayangi kita, tiada siapa, tiada apa yang dapat menghalangnya. Itulah kekuatan sebenar. Itulah kemenangan yang agung. MasyaAllah bayangkan kekuatan yang ada pada jiwa seorang hamba yang benar-benar menyerah diri. Kagum dan gerun mereka disekeliling kita, tercari-cari dimana dia datangnya kekuatan manusia ini. Jika mereka tahu, jika kita tahu kekuatan menjadi Muslim yang baik tiada tolok bandingnnya… MasyaAllah! Allah berfirman di dalam Quran “berlumba-lumbalah membuat amal kebajikan” Ya lumba! Dengan pantas dengan laju tanpa membuang masa! Bukan berlumba dalam harta atau kedudukan tetapi dalam amal kebaikan. InsyaAllah setelah itu saya yakin pasti harta dan kedudukan akan datang! Konsep diri yang cuma mahu kaya raya, berharta, berkedudukan sebenarnya merosakkan segalanya!




Akhir kata, mari fikirkan kembali mengenai konsep diri yang telah saya sebutkan tadi. Siapa kita, pengalaman kita, pemikiran kita mengenai diri. Siapa dia yang mahu kita ‘jadi’? Siapa yang takut untuk kita ikuti? Apa dia identiti diri ini? Untuk merubah diri ianya semuanya bermula di dalam minda sendiri. Kerana itulah banyak berfikir mengenai perkara yang saya sebutkan tadi iaitu mengenai diri sendiri amat baik untuk kita. Cukup-cukuplah memandang kepada orang lain selepas ini. (Namun memandang kepada orang yang baik dan soleh digalakkan) Ingatlah pesanan ini – Apa yang kita fikir, percaya dan rasa mempengaruhi sikap dan perlakuan kita. Fikir, percaya dan rasalah kita ini Muslim yang akan menemui Tuhannya membawa segala amalan yang baik dan buruk walau sekecil zarah. Fikirlah bahawa Allah sudah berjanji tidak akan mensia-siakan segala amalan baik yang kita lakukan. Balasannya akan tiba. InsyaAllah ini akan mempengaruhi sikap kita. Nah, soalan terakhir saya, apakah yang anda fikirkan kini mengenai diri dan masa hadapan? Fikirlah pembaca, fikirlah sedalam-dalamnya. Siapa kita sebenarnya?


Pengertian Risk Management

Risk Management / Manajemen Resiko adalah sebuah cara yang sistematis dalam memandang sebuah resiko dan menentukan dengan tepat penanganan resiko tersebut. Ini merupakan sebuah sarana untuk mengidentifikasi sumber dari resiko dan ketidakpastian, dan memperkirakan dampak yang ditimbulkan dan mengembangkan respon yang harus dilakukan untuk menanggapi resiko.
Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, manusia, teknologi, dan politik.

Risiko dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :

  1. Risiko Spekulatif (Business Risk) : Yaitu suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya   menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif.

  1. Risiko Murni (Pure Risk) : Yaitu sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderita kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian, kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu.

 Manfaat Manajemen Resiko :
  1. Berguna untuk mengambil keputusan dalam menangani masalah-masalah yang rumit. 
  2. Memudahkan estimasi biaya..
  3. Memberikan pendapat dan intuisi dalam pembuatan keputusan yang dihasilkan dalam cara yang benar.
  4. Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk menghadapi resiko dan ketidakpastian dalam keadaan yang nyata.
  5. Memungkinkan bagi para pembuat keputusan untuk memutuskan berapa banyak informasi yang dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah.
  6. Meningkatkan pendekatan sistematis dan logika untuk membuat keputusan.
  7. Menyediakan pedoman untuk membantu perumusan masalah.
  8. Memungkinkan analisa yang cermat dari pilihan-pilihan alternatif.

Manfaat Manajemen Resiko yang diberikan terhadap perusahaan dibagi dalam 5 kategori utama yaitu :
  1.  Manajemen risiko mungkin dapat mencegah perusahaan dari kegagalan.
  2. Manajemen risiko menunjang secara langsung peningkatan laba.
  3. Manajemen risiko dapat memberikan laba secara tidak langsung.
  4. Adanya ketenangan pikiran bagi manajer yang disebabkan oleh adanya perlindungan terhadap risiko murni, merupakan harta non material bagi perusahaan itu.
  5. Manajemen risiko melindungi perusahaan dari risiko murni, dan karena kreditur pelanggan dan pemasok lebih menyukai perusahaan yang dilindungi maka secara tidak langsung menolong meningkatkan public image. 
Sasaran yang akan dicapai Manajemen Resiko antara lain :

  1. Survival
  2. Kedamaian pikiran
  3. Memperkecil biaya
  4. Menstabilkan pendapatan perusahaan
  5. Memperkecil atau meniadakan gangguan operasi perusahaan
  6. Melanjutkan pertumbuhan perusahaan
  7. Merumuskan tanggung jawab social perusahaan terhadap karyawan dan masyarakat.   
Suatu ketika seorang pimpinan saya bertanya ? jika didunia ini kamu harus memilih , kamu memilih kaya raya atau berilmu? 

"Percuma jika kamu kaya raya tetapi tidak berilmu, sebab ilmu akan menghasilkan uang sedang jika kamu kaya raya tetapi tidak berilmu, lambat laun uang kamu akan habis dan kamu akan menjadi miskin. 


salam,

Yesi

Selasa, 16 September 2014

Perilaku Keorganisasian merupakan suatu bidang studi terapan yang mempelajari perilaku manusia didalam organisasi, baik manusia dalam kapasitasnya sebagai individu maupun manusia sebagai kelompok & hubungan antara manusia dengan variabel yang relevan dengan organisasi dalam rangka meningkatkan efektivitas organisasi & kepuasan kerja karyawan. 

Dalam meningkatkan efektivitas organisasi & kepuasan kerja tentu kita harus berani melakukan perubahan besar dalam hidup. 

Yang dibutuhkan untuk sebuah perubahan besar dalam hidup diantaranya : 
1. Komitmen. 
 Yang artinya berpegang teguh & fokus pada keputusan yang diambil. 

2. Waktu. 
 Bagaimana seseorang dapat dipercaya untuk memegang tanggung jawab yang lebih besar  jika untuk mengendalikan hal sepele (waktu) saja tidak bisa. Membuat komitmen untuk mengontrol  waktu merupakan langkah pertama bagi manajemen waktu yang sukses. 

3. Perubahan. 
 Berani melakukan perubahan dalam hidup. Berani keluar dari Zona aman. Dimana zona aman tersebut harus Anda tinggalkan, untuk memilih jalan yang sulit yang akan membuat hidup Anda lebih menantang, yang terpenting adalah memiliki keberanian diri untuk menuju sesuatu yang lebih  baik. Memiliki keberanian bertindak untuk mengubah keadaannya atau bertumbuh menjadi lebih  baik. Karena hanya dengan keberanian bertindak itulah yang akan mengantarkan seseorang menjadi  bertumbuh lebih baik dari keadaannya sekarang ini. 

 Jika komitmen, waktu, perubahan tersebut kita  lakukan dalam kehidupan, sukses dengan mudah akan kita raih dengan sendirinya. , manusia adalah  mahluk social yakni manusia yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Jadi untuk menjadi orang sukses, tentu kita membutuhkan bantuan orang lain. Semua orang tentu bisa hebat, Success is my Right, hak buat semua orang yang berani melakukan perubahan dalam hidupnya, yang bisa menghargai waktu, dan mempunyai komitmen pada dirinya sendiri. Bagaimana kita bisa menolong orang lain, jika diri kita saja tidak mampu kita menolongnya.


 


3 Hal yang selalu hadir didunia :
1. Perubahan
Perubahan hidup kearah yang lebih baik.

2. Pilihan
Pilihan untuk menjadi baik atau menjadi yang terbaik.


Hidup adalah sebuah pilihan. Setiap hal yang terjadi pada diri kita adalah sebuah pilihan juga. Apakah kita melihat masalah tersebut adalah hal buruk ataukah sebuah tantangan.

3. Prinsip
Berprinsip tentu akan melahirkan resiko. Oleh karena itu, seberat apapun godaan ataupun ujian yang harus dihadapi kita harus konsisten. Ke-konsistenan diri kita di dalam mengikuti prinsip hidup yang benar akan melahirkan sebuah karakter. Yaitu karakter yang konsisten di dalam mengambil keputusan dan langkah hidup ini.