Pentingnya
Peran Visi dan Misi
Dalam hal pencapaian suatu tujuan di perlukan suatu
perencanaan dan tindakan nyata untuk dapat mewujudkannya, secara umum bisa di
katakan bahwa visi dan misi adalah suatu konsep perencanaan yang disertai
dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu
tujuan.
•
Pengertian Visi
Visi
adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan
apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang.
Visi itu tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran
sistem yang ditujunya, dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang
sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut. Beberapa persyaratan
yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyatan visi :
1. Berorientasi kedepan;
2.
Tidak dibuat berdasarkan kondisi saat ini;
3.
Mengekspresikan Kreatifitas;
4.
Berdasar pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat.
•
Pengertian Misi
Misi adalah pernyataan
tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan visi.
Misi perusahaan adalah tujuan dan alasan mengapa perusahaan itu ada. Misi
juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan.
Gambaran Visi dan Misi dalam sebuah organisasi
perusahaan :
Selain Visi dan Misi Perusahaan, kita sebagai
perusahaan harus mempunyai sebuah struktur organisasi perusahaan. Struktur
Organisasi merupakan sesuatu garis susunan yang menjelaskan bagian-bagian
susunan perusahaan dimana tiap perorang individu yang ada pada lingkup
perusahaan tersebut mempunyai posisi serta peranan sendiri-sendiri.
Dalam sebuah perusahaan
biasanya perusahaan tersebut lebih merekrut sumber daya manusia yang
berkualitas untuk dijadikan staff dalam sebuah perusahaan. sekarang ini,
sedikit sumber daya manusia yang berlulusan SMA, SMK yang dibutuhkan perusahaan,
apalagi bagi mereka yang tidak mempunyai pengalaman bekerja, karena persyaratan
minimal untuk bekerja adalah D3 minimal pengalaman bekerja 2 tahun &
Sarjana S-1 minimal sudah pernah bekerja 2 tahun dengan salary yang berbeda –
beda pula. Kebanyakan perusahaan di Indonesia memberikan salary berdasarkan
pendidikan terakhir mereka, Inilah salah satu tujuan saya ingin melanjutkan ke
pendidikan yang lebih tinggi, terlebih saya ingin menimba ilmu setinggi-tingginya
untuk anak cucu kita kelak, akan tetapi ada juga perusahaan yang tidak melihat berdasarkan pendidikan
terakhir melainkan melihat berdasarkan prestasi apa yang bisa kita berikan
kepada perusahaan tersebut sehingga kita bisa mendapatkan sebuah penghargaan
dan sangat dihargai di dalam sebuah perusahaan tersebut.
Perbedaan
lulusan D-3 vs S-1
Ø Program sarjana :
1.
Lebih menitik beratkan pada aspek analitis dengan 40 %
praktik dan 60 % Teori;
2.
Dapat dikatakan lulusan Sarjana lebih diarahkan menjadi
pemikir;
3.
Memiliki kemampuan menganalisis masalah, dan mengambil
keputusan (Decission Making).
4.
Mampu melakukan penelitian ilmiah yang memungkinkan
menemukannya inovasi baru dalam bidangnya;
5.
Secara harfiah lulusan S1 sering juga dikatakan lebih
cenderung ke arah loyalitas, image, dan kemampuan kerja dan berfikir mandiri.
6.
Conceptual
Ø Program D3
(Diploma) :
1. Lebih menitik beratkan pada skill kerja dengan 60 % Praktek
dan 40 % Teori;
2. Program diploma mempersiapkan mahasiswanya untuk siap bekerja
dan menghasilkan uang dengan keterampilan yang dimiliki, memiliki kualitas
kerja (teknis dan praktis) yang bagus;
3. Ditambah memiliki aspek analisis dasar yang baik, meski tidak
sedalam kemampuan mahasiswa S1.
Faktor
yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan :
- Faktor
pengalaman
Faktor pengalaman
sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Sering kali terjadi bahwa
sebelum mengambil keputusan, pimpinan mengingat-ingat apakah kasus seperti ini
sebelumnya pernah terjadi. Pengingatan semacam itu biasanya ditelusuri melalui
arsip-arsip penhambilan keputusan yang berupa dokumentasi pengalaman-pengalaman
masa lampau. Jika ternyata permasalahan tersebut pernah terjadi sebelumnya,
maka pimpinan tinggal melihat apakah permasalahan tersebut sama atau tidak
dengan situasi dan kondisi saat ini. Jika masih sama kemudian dapat menerapkan
cara yang sebelumnya itu untuk mengatasi masalah yang timbul.
Dalam hal tersebut,
pengalaman memang dapat dijadikan pedoman dalam menyelesaikan masalah.
Keputusan yang berdasarkan pengalaman sangat bermanfaat bagi pengetahuan
praktis. Pengalaman dan kemampuan untuk memperkirakan apa yang menjadi latar
belakang masalah dan bagaimana arah penyelesaiannya sangat membantu dalam
memudahkan pemecaha masalah.
- Intuitif
kemampuan untuk
mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, tidak ada penjelasan rasional
mengenai kemampuan ini, atau informasi fisik tentang masalah ini. Hanya mereka
yang memiliki kemampuan inilah yang bisa merasakan bagaimana sebenarnya
kemampuan ini tiba-tiba timbul.
5 alasan untuk tidak merekrut orang dalam :
Perusahaan dapat mengalami dilema untuk mengisi
kekosongan karyawan pada posisi tertentu yaitu apakah akan mengisi kekosongan
itu dengan karyawan yang sudah ada ataukah merekrut karyawan baru dari luar
perusahaan..
Pastikan Anda tahu orang seperti
apa yang Anda cari, lalu menempatkannya di tempat dimana ia bisa berkembang dan
memaksimalkan kemampuannya.
Ketika ada posisi atau jabatan di perusahaan yang
perlu diisi, rasanya memang paling masuk akal jika Anda mempromosikan salah
satu karyawan yang Anda anggap mampu mengisi posisi tersebut. Namun, Anda perlu
mempertimbangkan satu kemungkinan: selalu merekrut karyawan internal bisa
mendorong lingkungan kerja yang stagnan, yang tidak berkembang dan menjadi
dewasa. Sebaliknya, Paul Spiegelman, pendiri dan CEO The Beryl Companies,
memaparkan mengapa Anda tidak harus merekrut "orang dalam", dan
keuntungan bila Anda merekrut "orang baru" dari luar perusahaan.
1. Ide-ide baru
1. Ide-ide baru
Merekrut orang yang sudah lama bergabung dengan perusahaan tentu memberi beberapa keuntungan: ia tipe loyal dan sudah mengenal perusahaan dengan baik. Ia sudah mengenal sistem di perusahaan, dan sudah mengenal tim Anda dengan baik. Namun perlu Anda ingat, kemungkinan ia pun sudah terjebak dalam pola kerja yang sama selama bertahun-tahun. Hal ini membuat dirinya maupun tim Anda membatasi diri dari inovasi-inovasi baru. Sedangkan jika Anda merekrut wajah baru, Anda akan berpeluang mendapatkan ide-ide baru, menyegarkan atau mendobrak sistem kerja yang buruk di perusahaan, dan mendorong perusahaan untuk berkembang.
2. Karyawan hebat belum tentu jadi manager hebat
Di antara tim Anda mungkin ada beberapa orang yang tergolong "juara" dalam menangani pekerjaannya. Namun tidak semua orang bersedia masuk ke dalam sistem untuk mengelola orang lain dan menjadi pembuat keputusan. Sementara itu, pimpinan menganggap tugasnya telah selesai karena telah memilih karyawan yang tepat dan menjadikannya manager. Ia lupa untuk memberikan manager baru ini sarana atau sumber daya untuk sukses, misalnya pelatihan. Kemudian ketika divisinya menghadapi masalah, sebagai pemimpin Anda lantas langsung menimpakan kesalahan padanya. Boleh dibilang, inilah salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan pemimpin. Ketika Anda merekrut orang baru, Anda tahu bahwa orang ini memang menghendaki posisi tersebut dan menguasai pekerjaannya.
3. Orang yang tepat untuk jabatan baru
Ketika perusahaan Anda berkembang, pasti akan terjadi perubahan. Akan muncul peran-peran baru, namun Anda belum tentu memiliki orang-orang yang tepat untuk mengisi posisi-posisi tersebut. Ketika Anda memaksakan "orang dalam" untuk mengambil jabatan baru, bisa jadi mereka sebenarnya tidak memiliki skill yang diperlukan untuk menjalankan peran tersebut. Sekali lagi, mereka tak bisa sepenuhnya disalahkan. Yang harus Anda lakukan adalah memastikan bahwa Anda tahu orang seperti apa yang Anda cari, lalu menempatkannya di tempat dimana ia bisa berkembang dan memaksimalkan kemampuannya. Dan orang seperti ini, bisa jadi harus Anda temukan di luar perusahaan.
4. Lebih baik untuk tim
yang lama
Anak buah Anda mungkin akan merasa terancam dengan kehadiran orang baru. Mungkin mereka akan merasa telah kehilangan kesempatan untuk naik jabatan, dan merasainsecure dengan kondisi tersebut. Anak buah Anda mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah mendapatkan mentor baru, atau seseorang yang akan membantu mengubah perusahaan menjadi lebih baik, sehingga tugas Anda adalah mengkomunikasikan nilai-nilai dari tim yang baru ini secara konsisten. Bukan tak mungkin, orang baru ini juga akan menciptakan peluang lebih banyak bagi setiap orang untuk maju.
5. Meningkatkan kompetensi karyawan
Salah satu keuntungan dengan membuka lowongan untuk "orang luar" adalah untuk mendorong kompetensi di kalangan karyawan yang lama. Anda bisa menunjukkan komitmen terhadap perkembangan karyawan dengan membangun program pelatihan atau pendidikan lain. Iklankan lowongan untuk posisi baru itu secara internal lebih dulu, dan sampaikan pada anak buah Anda mengapa mereka tidak akan mendapatkan posisi tersebut jika ada calon lain yang terseleksi. Kemudian buat rencana untuk membantu anak buah mempersiapkan diri untuk kesempatan berikutnya, atau ciptakan jalur baru untuk perkembangan mereka. Agar perusahaan maju, tim Anda harus berani bersaing dengan dunia luar, bukan? Nah, tugas Anda lah untuk menemukan orang-orang terbaik untuk mengusahakan kemajuan perusahaan.
Kenali diri Anda, ketika ingin melangkah!
Kita mengharungi hidup ini berdasarkan bagaimana
kita ‘melihat’ diri sendiri. Kita sebenarnya tanpa sedar atau tidak, akan
meletakkan definasi tertentu kepada diri sendiri dan ada kalanya kita memberi
definasi kepada diri berpandukan pandangan orang lain terhadap kita. Memang
benar, image diri dipengaruhi banyak faktor seperti pandangan ibu bapak, rekan,
persekitaran dan media. Keyakinan diri pula merujuk kepada bagaimana kita
menilai harga diri kita dan pandangan mengenai diri samada positif atau
negatif.
Saya merasakan bahawa mengenali
diri, menyayangi diri, yakin kepada diri merupakan satu isu yang perlu diulang
kembali kalau boleh berkali-kali khususnya kepada remaja semua. Jika kita TIDAK
mengenali diri, maka besar kemungkinan kita akan menjadi lalang, tiada
pendirian dan mudah terpengaruh ditiup dan ditepis ke kiri dan kanan
sewenangnya. Begitu mudah kita dibawa ‘angin’ - berubah fikiran dan prinsip
hidup mengikuti angin yang bertiup. Tidak mengenali diri maka seringlah kita
merasa rendah diri dihadapan orang lain. Manakala tidak kekuatan diri pun tidak
dicari dan diketahui sedangkan Allah menciptakan kita semua masing-masing
dengan kekuatan yang tersendiri. Mungkin bukan salah Anda, mungkin selama ini
tidak ada yang memuji dan meyakinkan bahawa Anda sebenarnya tersangat istimewa.
Namun janganlah dan usahlah mengharapkan orang lain lagi, mari bangkit untuk mengenali
diri sendiri!
Untuk mengenali diri dengan lebih
baik ada beberapa fokus mengenai diri yang pakar psikologi ketengahkan. Konsep
diri bergantung kepada koleksi “skema diri” –yaitu
bagaimana kita melihat diri ‘secara keseluruhan’ dan skema diri setiap dari
kita sebenarnya telah dibentuk sejak dari kecil lagi.
satu lagi faktor yang perlu diberi perhatian untuk
kita mengenali diri adalah apa yang disebut sebagai “possible selves” atau
jika dialih bahasa boleh disebut sebagai “kemungkinan diri” Siapa diri kita ini
di masa akan datang? Apakah harapan kita , siapa yang ‘Mau’ kita jadi dan siapa
dia yang takut untuk kita serupai. Kemungkinan diri memberi kita semangat dalam
hidup. Siapa dia ‘possible selves’ Anda
agaknya?
Faktor ‘konsisten diri’
atau “consistent self” pula
menekankan bagaimana kita mau dinilai oleh orang lain. Kita akan konsisten
dengan menzahirkan siapa kita melalui sikap, perbuatan juga pemakaian kita. Kita
akan coba menjauhi apa-apa sikap yang bertentangan dengan diri. Kita juga akan
berkawan dengan mereka yang akan memperkasakan konsep diri kita.
Contohnya, sekiranya
seseorang itu mau dilihat sebagai seorang yang berstatus tinggi maka dia akan
berpakaian dengan pakaian branded,
bawa kereta mahal, berkawan dengan orang-orang yang kaya dan sebagainya.
InsyaAllah pembaca yang disayangi sekalian, biarlah
kita konsisten dengan
sikap diri yang mahu menjadi orang yang baik, soleh dan beriman. Kita mengambil
sikap yang berakhlak, pakaian yang menutup aurat dan berkawan dengan
sahabat-sahabat yang soleh lagi baik budi pekerti.
Konsisten diri ini amat perlu untuk kita bentuk agar
hidup kita dikukuhkan dengan prinsip dan nilai yang kuat dan mampu kita pegang
sampai bila-bila walau apa jua terjadi. Jika kita mempunyai ‘konsisten diri’
yang utuh, maka kita tidak menjadi lalang. Ada manusia yang tiada langsung
nilai dan prinsip, apa sahaja boleh asalkan mereka diterima oleh orang ramai.
Asalkan kemahuan mereka tercapai. Persoalannya perlukah kita ‘gembira’ diterima
oleh manusia lain sedangkan kita tidak diterima oleh Allah? Perlukah kita
gembira mendapat habuan dunia sedangkan kita tahu ianya salah dan haram?
Biarlah kita memilih
untuk membentuk konsisten dalam diri dengan perkara-perkara yang baik.
Kadangkala ianya memang begitu sukar, kita akan pada satu-satu ketika
terpengaruh dengan persekitaraan, keadaan, kata-kata dari orang lain misalnya.
Memperbaiki diri membuatkan kita lebih yakin dengan
diri. Memperbaiki diri membuatkan kita mengharagai diri dan menyayangi diri.
Sekiranya kita sayang pada diri dengan meninggalkan segala maksiat dan
kemungkaran nescaya Allah juga akan menyayangi diri ini. Katakanlah pada diri
“aku ini telah diciptakan terlalu baik untuk melakukan segala maksiat ini”
Sekiranya Allah menyayangi kita, tiada siapa, tiada apa yang dapat
menghalangnya. Itulah kekuatan sebenar. Itulah kemenangan yang agung.
MasyaAllah bayangkan kekuatan yang ada pada jiwa seorang hamba yang benar-benar
menyerah diri. Kagum dan gerun mereka disekeliling kita, tercari-cari dimana
dia datangnya kekuatan manusia ini. Jika mereka tahu, jika kita tahu kekuatan
menjadi Muslim yang baik tiada tolok bandingnnya… MasyaAllah! Allah berfirman
di dalam Quran “berlumba-lumbalah membuat amal kebajikan” Ya
lumba! Dengan pantas dengan laju tanpa membuang masa! Bukan berlumba dalam
harta atau kedudukan tetapi dalam amal kebaikan. InsyaAllah setelah itu saya
yakin pasti harta dan kedudukan akan datang! Konsep diri yang cuma mahu kaya
raya, berharta, berkedudukan sebenarnya merosakkan segalanya!
Akhir kata, mari fikirkan kembali
mengenai konsep diri yang telah saya sebutkan tadi. Siapa kita, pengalaman
kita, pemikiran kita mengenai diri. Siapa dia yang mahu kita ‘jadi’? Siapa yang
takut untuk kita ikuti? Apa dia identiti diri ini? Untuk merubah diri ianya
semuanya bermula di dalam minda sendiri. Kerana itulah banyak berfikir mengenai
perkara yang saya sebutkan tadi iaitu mengenai diri sendiri amat baik untuk kita. Cukup-cukuplah
memandang kepada orang lain selepas ini. (Namun memandang kepada orang yang
baik dan soleh digalakkan) Ingatlah pesanan ini – Apa yang kita fikir, percaya
dan rasa mempengaruhi sikap dan perlakuan kita. Fikir, percaya dan rasalah kita
ini Muslim yang akan menemui Tuhannya membawa segala amalan yang baik dan buruk
walau sekecil zarah. Fikirlah bahawa Allah sudah berjanji tidak akan
mensia-siakan segala amalan baik yang kita lakukan. Balasannya akan tiba.
InsyaAllah ini akan mempengaruhi sikap kita. Nah, soalan terakhir saya, apakah
yang anda fikirkan kini mengenai diri dan masa hadapan? Fikirlah pembaca,
fikirlah sedalam-dalamnya. Siapa kita sebenarnya?
Pengertian
Risk Management
Risk
Management / Manajemen Resiko adalah sebuah cara
yang sistematis dalam memandang sebuah resiko dan menentukan dengan tepat
penanganan resiko tersebut. Ini merupakan sebuah sarana untuk mengidentifikasi
sumber dari resiko dan ketidakpastian, dan memperkirakan dampak yang ditimbulkan
dan mengembangkan respon yang harus dilakukan untuk menanggapi resiko.
Strategi yang dapat diambil antara lain adalah
memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek
negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.
Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah
untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang
telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat
berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, manusia,
teknologi, dan politik.
Risiko
dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk :
- Risiko Spekulatif (Business Risk) : Yaitu suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Seseorang yang menginvestasikan dananya disuatu tempat menghadapi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama investasinya menguntungkan atau malah investasinya merugikan. Risiko yang dihadapi seperti ini adalah risiko spekulatif.
- Risiko Murni (Pure Risk) : Yaitu sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan. Salah satu contoh adalah kebakaran, apabila perusahaan menderita kebakaran,maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. kemungkinan yang lain adalah tidak terjadi kebakaran. Dengan demikian, kebakaran hanya menimbulkan kerugian, bukan menimbulkan keuntungan, kecuali ada kesengajaan untuk membakar dengan maksud-maksud tertentu.
Manfaat
Manajemen Resiko :
- Berguna
untuk mengambil keputusan dalam menangani masalah-masalah yang rumit.
- Memudahkan
estimasi biaya..
- Memberikan
pendapat dan intuisi dalam pembuatan keputusan yang dihasilkan dalam cara
yang benar.
- Memungkinkan
bagi para pembuat keputusan untuk menghadapi resiko dan ketidakpastian
dalam keadaan yang nyata.
- Memungkinkan
bagi para pembuat keputusan untuk memutuskan berapa banyak informasi yang
dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah.
- Meningkatkan
pendekatan sistematis dan logika untuk membuat keputusan.
- Menyediakan
pedoman untuk membantu perumusan masalah.
- Memungkinkan
analisa yang cermat dari pilihan-pilihan alternatif.
Manfaat
Manajemen Resiko yang diberikan terhadap perusahaan dibagi dalam 5 kategori
utama yaitu :
- Manajemen risiko mungkin dapat mencegah
perusahaan dari kegagalan.
- Manajemen
risiko menunjang secara langsung peningkatan laba.
- Manajemen
risiko dapat memberikan laba secara tidak langsung.
- Adanya
ketenangan pikiran bagi manajer yang disebabkan oleh adanya perlindungan
terhadap risiko murni, merupakan harta non material bagi perusahaan itu.
- Manajemen risiko melindungi perusahaan dari risiko murni, dan karena kreditur pelanggan dan pemasok lebih menyukai perusahaan yang dilindungi maka secara tidak langsung menolong meningkatkan public image.
Sasaran
yang akan dicapai Manajemen Resiko antara lain :
- Survival
- Kedamaian
pikiran
- Memperkecil
biaya
- Menstabilkan
pendapatan perusahaan
- Memperkecil
atau meniadakan gangguan operasi perusahaan
- Melanjutkan
pertumbuhan perusahaan
- Merumuskan tanggung jawab social perusahaan terhadap karyawan dan masyarakat.
Suatu ketika seorang pimpinan saya bertanya ? jika
didunia ini kamu harus memilih , kamu memilih kaya raya atau berilmu?
"Percuma jika kamu kaya raya tetapi tidak berilmu, sebab ilmu akan menghasilkan uang sedang jika kamu kaya raya tetapi tidak berilmu, lambat laun uang kamu akan habis dan kamu akan menjadi miskin.
salam,
Yesi
"Percuma jika kamu kaya raya tetapi tidak berilmu, sebab ilmu akan menghasilkan uang sedang jika kamu kaya raya tetapi tidak berilmu, lambat laun uang kamu akan habis dan kamu akan menjadi miskin.
salam,
Yesi







Tidak ada komentar:
Posting Komentar